Keberlanjutan

Kami telah mendedikasikan diri dalam hal konservasi, hak asasi manusia, dan pengembangan ekonomi selama lebih dari 48 tahun. Dedikasi tinggi semacam ini diterapkan di semua perusahaan kami termasuk perusahaan yang bergerak di bidang produksi kelapa sawit, perkayuan, dan wind tower. Kami selalu mencari cara-cara baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan standar lingkungan dan tanggung jawab sosial kami demi menjunjung tinggi komitmen terhadap tanggung jawab kami.

Lebih lanjut

Tata Kelola

Tata kelola yang baik merupakan landasan dari sebuah keberlangsungan perusahaan dan untuk mendukung hal tersebut, KORINDO Grup telah menetapkan kebijakan dan sistem manajemen di semua kegiatan operasionalnya. Selain itu, persyaratan legal merupakan standar minimum yang harus diikuti dan dalam banyak hal, kebijakan maupun sistem kami melampaui semua persyaratan tersebut. Kami memiliki kebijakan yang memberikan kerangka kerja untuk mengatur semua yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang sesuai dengan regulasi di Indonesia maupun standar internasional.

Kami juga mengadopsi prinsip-prinsip tanggung jawab sosial perusahaan dan memasukkannya ke dalam proses manajemen kami. Kebijakan dan komitmen perusahaan yang secara terus menerus ditingkatkan merupakan landasan dari tujuan keberlanjutan perusahaan kami. Melalui keberlangsungan grup, kami telah menentukan visi dan arah perusahaan untuk mengatur dampak yang dihasilkan dan berbagai peluang melalui peningkatan efisiensi.

Lebih dari hal-hal yang disebutkan di atas, KORINDO Grup berkomitmen untuk terus melakukan berbagai pengembangan demi mencapai visi-visinya.

KORINDO berkomitmen mengikuti Kode Etik yang ketat:

  1. Mendukung dan menghormati perlindungan terhadap hak asasi manusia.
  2. Memastikan kami tidak terlibat di dalam penyalahgunaan hak asasi manusia.
  3. Menjunjung tinggi kebebasan berserikat dan hak untuk bernegosiasi secara kolektif.
  4. Menghilangkan semua penggunaan tenaga kerja paksa dan wajib, tenaga kerja anak, dan diskriminasi dalam kepegawaian dan pekerjaan.
  5. Mendukung pendekatan pencegahan terhadap masalah-masalah lingkungan.
  6. Berpartisipasi untuk mempromosikan tanggung jawab yang lebih besar terhadap lingkungan.
  7. Mendorong pengembangan dan pembauran teknologi-teknologi ramah lingkungan.
Visi
Misi
Program Utama
Nilai Kunci

Partisipasi | Koordinasi | Kesatuan | Sinergi

Lingkungan

Sebagai pengembang dan pemanen sumber daya lokal yang konsisten sesuai nilai-nilai KORINDO Grup, kami memahami tanggung jawab kami untuk mengoperasikan bisnis-bisnis dengan integritas tinggi. Divisi Sumber Daya kami berjalan dengan diatur oleh beberapa prinsip sebagai berikut:

  • Hanya menggunakan lahan yang telah dikhususkan oleh pemerintah Indonesia untuk dikembangkan dalam hal produksi kayu, plywood, ataupun minyak kelapa sawit.
  • Melanjutkan kebijakan nol-pembakaran (zero burning) dan tidak menggunakan cara-cara pembakaran untuk membuka lahan.
  • Mengoperasikan divisi kayu dan plywood dengan mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Forest Stewardship Council secara konsisten.
  • Mengoperasikan divisi kelapa sawit kami secara konsisten berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
  • Menawarkan hanya minyak kelapa sawit bersertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang didukung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
  • Berkomitmen untuk tidak mengembangkan kelapa sawit di lahan gambut.
  • Melakukan dialog secara terus-menerus dengan perusahaan yang berada di sepanjang rantai pemasok minyak kelapa sawit, masyarakat lokal, dan lembaga swadaya masyarakat.

Sesuai dengan tujuan KORINDO yaitu mengembangkan perkebunan kayu multi-fungsi yang produktif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan pengolahan perkebunan yang efektif, kami mendukung produksi kayu yang berkelanjutan melalui proses sertifikasi manajemen hutan yang berkelanjutan.

Dengan cara ini, KORINDO berkomitmen untuk memenuhi peranannya dalam mengusahakan manajemen hutan berkelanjutan. Proses produksi kayu yang berkelanjutan ini didasarkan pada tiga gagasan inti: produksi profit yang bertahan lama dan seimbang (Profit), kelestarian lingkungan (Planet), dan kesejahteraan sosial (Masyarakat). Kami berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan dan transparansi di dalam aktivitas-aktivitas pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Standard dan Sertifikasi Kehutanan:

  • Kami berkomitmen untuk mencapai standar pihak ketiga yang diakui secara internasional dan sertifikasi untuk aset-aset kami.
  • Untuk aset kehutanan, kami berkomitmen terhadap sertifikasi manajemen hutan dengan Forest Stewardship Council® (FSC®) untuk semua aset yang memenuhi syarat.
  • Jika suatu aset bukan merupakan bagian dari sertifikasi FSC, maka standar lain akan dipilih seperti Indonesian Timber Legality Verification System (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu/SVLK) atau Sustainable Production Forest Management (Pengelolaan Kehutanan Produksi Berkelanjutan/PHPL).

Komitmen KORINDO adalah memproduksi kayu secara bertanggung jawab dengan mematuhi kebijakan-kebijakan dengan melarang penggunaan lahan gambut, tindakan eksploitasi, menerapkan sistem nol-pembakaran, dan non-deforestasi yang telah diberlakukan. Kami akan terus menawarkan produk-produk hutan yang berkelanjutan untuk memenuhi permintaan para konsumen. Kami juga akan mengawasi penerapan proses dan terus menyempurnakan operasi terkait dengan perkebunan dan penghasilan kayu.

KORINDO akan menyesuaikan dan mengikuti kebijakan yang konsisten dengan regulasi yang berlaku di Indonesia untuk melindungi hutan, lahan gambut, masyarakat lokal dan hak asasi manusia, serta mengikuti standar global yang layak.

Industri kelapa sawit memiliki potensi untuk menghasilkan perkembangan ekonomi dan sosial yang signifikan di Indonesia. Minyak kelapa sawit merupakan salah satu produk pertanian tersukses sekaligus ekspor terbesar Indonesia. Minyak kelapa sawit juga memberikan penghasilan dan kemajuan ekonomi bagi masyarakat pedesaan yang miskin.  Industri minyak kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat melaju lebih pesat di pertengahan periode. Namun dengan adanya peluang seperti ini, muncul tanggung jawab untuk menghadapi tantangan dan risiko lingkungan, sosial, dan ekonomi terkait dengan rantai persediaan.

Kami berkomitmen terhadap produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan termasuk pengurangan gas rumah kaca, peningkatan kesejahteraan, dan keamanan pangan. Penting bahwa semua produk minyak kelapa sawit dihasilkan di lingkungan yang berkelanjutan dan dilakukan secara bertanggung jawab.

Kami mendukung Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai standar keberlanjutan yang utama untuk produk-produk minyak kelapa sawit. Kami juga mendukung usaha-usaha ISPO untuk mengembangkan mekanisme yang berfungsi untuk membedakan produk minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Selain itu, kami akan terus meningkatkan operasional agar memenuhi standar dan penerapan yang diberlakukan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Komitmen kami terhadap produksi minyak kelapa sawit dengan rasa tanggung jawab mengikuti kebijakan-kebijakan yang melarang penggunaan lahan gambut, tindakan eksploitasi, dan menerapkan sistem non-deforestasi. Kami akan terus menawarkan produk minyak kelapa sawit berkelanjutan untuk memenuhi permintaan konsumen.

Kami senantiasa menyesuaikan dan mengikuti kebijakan-kebijakan yang konsisten dengan ISPO dan regulasi Indonesia untuk melindungi hutan, lahan gambut, masyarakat lokal dan hak-hak asasi manusia.

KORINDO hanya mengembangkan lahan-lahan yang sudah dikhususkan untuk dikembangkan oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, kami tidak mengembangkan lahan yang termasuk dalam wilayah dengan Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) atau Stok Karbon Tinggi (High Carbon Stock/HCS).

Sebagai bagian dari komitmen kami untuk beroperasi secara berkelanjutan dan tidak melakukan pengembangan di lahan dengan nilai konservasi tinggi, KORINDO baru-baru ini telah melakukan penilaian mandiri HCV dan HCS di berbagai konsesi lahan minyak kelapa sawit. Penilaian lahan dilakukan dalam jangka waktu tertentu oleh tim penilai independen yang berperan sebagai pihak ketiga yang disetujui oleh lembaga-lembaga global terkait.

Saat ini kami sedang mengkaji kualitas hasil dari penilaian mandiri kami yang selanjutnya akan dikaji oleh lembaga-lembaga global terkait seperti HCV Resource Network (http://www.hcvnetwork.org) dan High Carbon Stock Approach (http://highcarbonstock.org)

Status kajian kualitas dapat dilihat dengan mengklik tautan berikut:

HCV: http://www.hcvnetwork.org/als/public-summaries (No. 44, 52, 55, 56, 60)
HCS: http://highcarbonstock.org/registered-hcs-assessments/ (No. 34 ~ 39)

Sertifikasi Produk
Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK)

Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) merupakan sistem pelacakan yang pengembangannya dibuat dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan untuk memastikan legalitas sumber asal kayu yang diperdagangkan di Indonesia. SILK juga dimaksudkan untuk mendorong penerapan regulasi pemerintah yang terkait dengan perdagangan.

Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) berfungsi untuk memastikan daerah asal maupun pengelolaan produk kayu dan perolehan atau pengambilan bahan-bahan baku sesuai dengan persyaratan legal. Sebuah produk kayu akan dianggap legal jika asal produk berikut izin, sistem, maupun prosedur penebangan, transportasi, pengolahan, dan masalah perdagangannya memenuhi semua persyaratan legal yang berlaku.

Kayu, Plywood, Produk-Produk Kayu
Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL)

Pada bulan Juni 2009, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri No. P.38/2009 tentang Standar dan Panduan untuk Mengevaluasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu. Regulasi ini mewajibkan para pemegang izin pemanfaatan kayu dan industri kayu untuk menerapkan manajemen hutan yang berkelanjutan dan standar legalitas kayu.

Kayu
Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Kehutanan (FLEGT)

FLEGT merupakan singkatan dari Forest Law Enforcement, Governance and Trade (Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Hutan). Uni Eropa mengeluarkan Rencana Aksi FLEGT UE pada tahun 2003. Rencana aksi tersebut bertujuan untuk mengurangi penebangan liar dengan cara memperkuat keberlanjutan dan legalitas pengelolaan kehutanan, meningkatkan tata kelola kehutanan, dan mendorong perdagangan kayu yang diproduksi secara legal.

FLEGT melakukan pendekatan yang multi-dimensi dan terpadu untuk mengatasi pemicu dan pembiaran penebangan hutan secara liar.

Indonesia adalah salah satu negara pertama di dunia yang melakukan negosiasi FLEGT dengan Uni Eropa.

Plywood
Forest Stewardship Council

FSC adalah sebuah organisasi internasional non-pemerintah yang berfungsi untuk mendorong pengolahan hutan yang ada di seluruh dunia secara bertanggung jawab. FSC mensertifikasi hutan di seluruh dunia untuk memastikan semuanya memenuhi standar tertinggi lingkungan dan sosial.

Kayu, Plywood, Produk-Produk Kayu
Indonesian Sustainable Palm Oil

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Foundation adalah lembaga yang bertujuan untuk meningkatkan kelestarian dan tingkat persaingan industri minyak kelapa sawit. Lembaga ini juga ikut berkontribusi dalam memenuhi tujuan pemerintah Indonesia yaitu mengurangi emisi gas rumah kaca dan memberikan fokus perhatiannya terhadap isu lingkungan.

Minyak Kelapa Sawit

Tenaga Kerja

KORINDO telah mendedikasikan diri terhadap isu konservasi, hak asasi manusia, dan perkembangan ekonomi selama lebih dari 48 tahun. Standar-standar tinggi yang kami miliki diterapkan di semua perusahaan kami termasuk perusahaan yang mengelola produk minyak kelapa sawit, kayu, dan wind tower. Kami senantiasa mencari cara-cara baru guna meningkatkan standar tanggung jawab kami terhadap masalah sosial dan lingkungan. Kami menjunjung tinggi nilai tanggung jawab dan komitmen yang merupakan panduan kinerja kami selama ini.  Setiap perusahaan minyak kelapa sawit di KORINDO Grup berkomitment atas kebijakan keberlanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip FPIC untuk meningkatkan kualitas hidup khususnya masyarakat adat. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

 

Melindungi Hak Asasi Manusia dan Menghormati Budaya Setempat
  • Kami melarang ketenagakerjaan yang ilegal, mengandung kekerasan dan paksaan, atau mempekerjakan anak-anak di dalam operasional kami di mana pun termasuk di lingkungan perkebunan dan pabrik.
  • Kami melarang ketenagakerjaan yang ilegal, mengandung kekerasan dan paksaan, atau mempekerjakan anak-anak di dalam operasional kami di mana pun termasuk di lingkungan perkebunan dan pabrik.
  • Kami berkomitmen untuk melindungi dan menghormati hak-hak asasi manusia (hak pekerja termasuk pekerja kontrak, pekerja sementara, dan pekerja migran), menghapus unsur diskriminasi di dalam kepegawaian dan mengedepankan persamaan hak, dan yang terakhir adalah mendorong adanya kebebasan untuk berserikat dan berunding secara kolektif.
  • Kami menghormati hak-hak penduduk asli maupun masyarakat setempat lainnya untuk memberikan Persetujuan atas Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) tentang pemanfaatan lahan-lahan yang dimiliki para penduduk tersebut sesuai hak lain yang mereka miliki yaitu hak legal, adat dan komunal.
  • Kami secara tegas menentang penggunaan tenaga kerja paksaan, dan akan bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk menyelesaikan berbagai keluhan dan konflik berdasarkan regulasi pemerintah Indonesia yang berlaku.

 

Kontribusi terhadap Masyarakat dan Ekonomi Setempat
  • Kami berkomitmen untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit plasma yang telah diatur sebagai bentuk kontribusi kami untuk meningkatkan ekonomi penduduk setempat. Kami berkomitmen untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit plasma yang telah diatur sebagai bentuk kontribusi kami untuk meningkatkan ekonomi penduduk setempat.
  • Kami mendukung integrasi petani plasma kami ke dalam rantai pasok yang berkelanjutan.
  • Kami berkomitmen untuk berkontribusi terhadap kegiatan pengembangan ekonomi setempat melalui program Corporate Social Responsibility termasuk program infrastruktur, layanan kesehatan, dan program pemberdayaan lainnya yang sesuai sehingga mampu mendorong kesejahteraan dan mata pencaharian penduduk setempat.

 

Untuk menerapkan kebijakan ini, perusahaan kelapa sawit kami telah membentuk departemen khusus masyarakat adat untuk melakukan dialog dan program bantuan untuk masyarakat adat. Sebagai tambahan, kami telah menyiapkan prosedur rinci untuk menerima dan memproses keluhan dan permintaan masyarakat adat dengan mengintegrasikan pengetahuan yang telah kami dapatkan melalui komunikasi dengan masyarakat adat selama 20 tahun terakhir di Provinsi Papua.

Prosedur bantuan & keluhan
Prosedur Lainnya

CSR

KORINDO Grup telah beroperasi di Indonesia selama 48 tahun dan telah melakukan banyak upaya untuk membangun masyarakat berkelanjutan di berbagai bidang melalui program-program Corporate Social Responsibility-nya (CSR). Upaya yang dilakukan ini sesuai dengan filosofi perusahaan yaitu membangun hubungan yang harmonis, menguntungkan, dan berkelanjutan antara masyarakat dan para pemangku kepentingan demi mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Kegiatan CSR kami berfokus pada program-program yang strategis, sistematis, dan berkelanjutan melalui 5 pilar program utama:

Pendidikan

Kami menyadari bahwa kualitas pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan di dalam pengembangan yang berkelanjutan. KORINDO Grup memberikan bantuan pengembangan di bidang pendidikan dalam bentuk pendanaan, penyediaan fasilitas belajar, dan bus sekolah.

Kesehatan

Masalah kesehatan telah menjadi salah satu kepedulian KORINDO Grup yang ditangani melalui program CSR seperti layanan kesehatan dan klinik gratis yang didirikan di setiap blok perkebunan. Untuk menjangkau penduduk wilayah terpencil dan membangun gaya hidup sehat, KORINDO Grup juga memberikan penyuluhan kesehatan melalui dokter keliling serta menyediakan mobil ambulans dan layanan kesehatan gratis setiap dua pekannya. Melalui sejumlah kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan imunisasi serta obat-obatan secara gratis untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.

Ekonomi

Untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, KORINDO Grup menyediakan bantuan bisnis yang produktif seperti dukungan untuk bisnis ternak ikan, unggas, sapi, dan babi, perkebunan minyak kelapa sawit, karet, serta kepemilikan unit ruko dan kios. Bantuan bisnis secara produktif dan langsung tersebut diharapkan akan dapat menambah pendapatan setiap keluarga, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Lingkungan

Sesuai dengan slogan “Green Tomorrow,” KORINDO Grup selalu berusaha melestarikan lingkungan sekitar. Kepedulian kami terhadap lingkungan telah dibuktikan melalui tindakan nyata seperti penanaman pohon dan pembersihan lingkungan secara rutin. Kami selalu bekerjasama dan melibatkan berbagai unsur masyarakat termasuk pemerintah setempat, anggota militer, polisi, serta pemuka agama dan adat sehingga seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif di dalam setiap kegiatan konservasi alam sekitarnya.

Infrastruktur

Karena banyaknya wilayah yang sulit dijangkau, dukungan infrastruktur menjadi kebutuhan penting bagi penduduknya. Oleh sebab itu, KORINDO Grup secara aktif membantu mengembangkan infrastruktur seperti memperbaiki jembatan dan jalanan, serta mendirikan fasilitas umum lain seperti; fasilitas air bersih, listrik, sekolah, klinik, gereja dan masjid, pasar, pertokoan, lapangan olahraga, aula desa, rumah kepala suku, dll. Hal ini membuktikan komitmen KORINDO Grup untuk membangun kehidupan yang harmonis dan makmur bagi semua para pemangku kepentingan di semua lokasi terkait.

Pendidikan

KORINDO telah memberikan beasiswa kepada 8.792 siswa mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah dan perguruan tinggi. Kami juga telah menyediakan perlengkapan belajar dan olahraga kepada 109 pra-sekolah dan sekolah menengah, mendukung pembangunan dan pengoperasian 28 sekolah dengan menyalurkan 208 guru ke daerah-daerah pedalaman di Indonesia, serta menyediakan 36 bus sekolah.

8792
Beasiswa
109
Sekolah
208
Pengajar
36
Bus Sekolah

Kegiatan Kesehatan

dan Sosial

Kami telah menyediakan suplemen kesehatan dan alat timbangan anak yang menarik  untuk 4.680 anak usia balita di 72 unit pusat kesehatan anak, membangun 19 klinik dan 1 poliklinik, menyediakan 1.000 paket obat-obatan untuk para korban banjir di Jakarta, membantu Rumah Sakit Dharmais Pusat Kanker Nasional di Jakarta, serta telah menyumbang 200.000 paket makanan kepada korban bencana tsunami Aceh, korban gempa bumi di Padang dan korban banjir di Jakarta.

4680
Anak
19
Klinik
1000
Pengobatan
200000
Makanan

Lingkungan

Kami telah membantu membangun pusat riset pertanian dan pusat pembibitan untuk 100.000 pohon asli Indonesia di Bogor, menanam 221.600 pohon produktif di Bogor (Jawa Barat), Wonogiri (Jawa Tengah), Boven Digoel (Papua), & Timor Leste. Kami juga telah menyediakan 200 tempat sampah pilah untuk sekolah SD, SMP, dan SMA di daerah Pancoran, Jakarta dan memberikan pengetahuan tentang konservasi alam kepada 2.660 orang yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan juga di pedesaan. Kami juga telah mengangkut 12 ton sampah dari sungai-sungai dan melakukan pembersihan di area sekitarnya.

100000
Pohon Asli Indonesia
221600
Pohon Produktif
200
Tempat Sampah
12
Sampah Sungai

Infrastruktur

Kami telah membangun dan memelihara jalan sepanjang 551 KM dan 80 jembatan, mendukung pembangunan 66 tempat ibadah (masjid, gereja, dsb), menyediakan 8 MW listrik untuk masyarakat setempat, dan menyediakan air bersih untuk 13.350 orang.

551
Jalan
80
Jembatan
66
Sarana Ibadah
8
Listrik
13350
Air Bersih

Pembukaan Lapangan Pekerjaan

dan Dampak Ekonomi

Telah terdapat 12.300 perekrutan pekerja secara langsung dan 21.000 pekerjaan penting, termasuk perekrutan tenaga kerja dari penduduk asli hingga 31%. Kami telah memberikan kontribusi hingga 40% dari PDB Boven Digoel dan Kabupaten Merauke, Papua. Selain itu, kami juga telah membantu 450 orang pengusaha melalui koperasi-koperasi yang terdapat  di Kalimantan Tengah, Papua, Bogor, dan Jakarta.

12300
Tenaga Kerja
21000
Pekerjaan Konsekuen
40
Barang dan Jasa di Boven Digoel & Merauke
450
Wirausaha

Program Peningkatan

Pendapatan Masyarakat

Kami telah mengembangkan dan mendukung  pengelolaan 350 ha perkebunan karet bagi masyarakat setempat. Kami juga telah membangun dan mendukung pengelolaan ternak dan pengembangbiakan untuk masyarakat setempat dengan kapasitas 7.000 ayam, 100 sapi, 50 babi, dan 10.000 ikan. Kami telah membangun dan mendukung pengoperasian rumah kaca untuk pertanian urban bagi masyarakat setempat dengan kapasitas penghasilan sebesar 2.000 sayuran organik setiap minggunya. Selanjutnya, kami juga telah membantu 300 keluarga petani buah-buahan di Wonogiri, Jawa Tengah.

350
Perkebunan Karet
17150
Hewan Ternak
2000
Sayuran Organik / minggu
300
Buah & Sayuran

Penghargaan & Kolaborasi

Lembaga Kegiatan
Borneo Orangutan Survival Foundation

Didirikan pada tahun 1991, Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi orangutan Borneo berikut habitatnya melalui kerjasama dengan masyarakat setempat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, serta organisasi rekanan internasional.

Perlindungan Satwa Liar
Boven Digoel Multi Stakeholder Forum (USAID LESTARI)

USAID LESTARI mendukung pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GHG) dan melestarikan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam hutan yang memiliki karbon tinggi dan signifikan secara biologis, serta pada ekosistem tumbuhan bakau. Kegiatan-kegiatan USAID LESTARI ditargetkan ke dalam enam lanskap strategis di seluruh Aceh, Kalimantan Tengah, dan Papua. Forum Multi-Stakeholder dibentuk di Boven Digoel, Papua pada tahun 2016.

Pengembangan Berkelanjutan di Tingkat Lanskap
Global Agri-business Alliance

Global Agri-business Alliance (GAA) adalah aliansi sektor swasta internasional yang berada di bawah pimpinan CEO dan berkomitmen untuk memanfaatkan kekuatan perkumpulan sektor agribisnis global untuk menghadapi tantangan-tantangan lingkungan hidup, sosial, dan tantangan untuk melakukan pelestarian yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan petani di seluruh dunia. Secara khusus, GAA ingin mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2 yang ditetapkan oleh PBB (UN Sustainable Development Goal 2), yaitu: “Mengakhiri kelaparan, mencapai keamanan pangan dan nutrisi yang lebih baik, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan.”

Pengembangan Berkelanjutan di dalam Pertanian
Proyek Pengembangan Layanan Kesehatan Masyarakat Lokal di Indonesia oleh Korea Overseas International Cooperation Agency

Rumah sakit umum pertama yang berada di Asiki, Propinsi Papua, didirikan atas kerjasama Korea Overseas International Cooperation Agency dengan KORINDO. Sebagaimana diketahui, Papua adalah daerah dengan tingkat kesehatan yang paling buruk yang bisa dilihat dari beberapa indikator seperti tingginya angka kematian bayi,pengidap HIV/AIDS dan penyakit lainnya. Pendirian rumah sakit ini diharapkan dapat memainkan peran besar untuk memperbaiki indikator-indikator yang telah disebutkan diatas. Diharapkan, penduduk setempat pun bisa memperoleh akses medis yang lebih baik.

Layanan Kesehatan
Proyek Kampar REDD+

Proyek ini merupakan proyek gabungan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Korea yang bertujuan untuk melindungi hutan rawa gambut dan menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca di wilayah semenanjung Kampar, Sumatra, Indonesia. KORINDO Grup berkontribusi di dalam proyek ini dengan memelopori pengerjaan riset dan pengembangan proyek bersama dengan lembaga-lembaga riset dari berbagai sektor.

Perlindungan Hutan Rawa Gambut

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa keterlibatan KORINDO di dalam industri minyak kelapa sawit?

Operasi pengelolaan minyak kelapa sawit KORINDO dimulai pada tahun 1998 di Propinsi Papua, Indonesia. Kami beroperasi di lebih dari 55.000 hektar perkebunan di Indonesia dan memproduksi 100.000 ton minyak kelapa sawit setiap tahunnya serta mempekerjakan lebih dari 10.000 orang di Indonesia.

Apa kebijakan KORINDO dalam mengembangkan lahan untuk minyak kelapa sawit di Indonesia?

Kami baru saja mengumumkan moratorium sementara untuk pemanfaatan lahan baru. Moratorium ini berlaku untuk pengembangan lahan baru di dalam perkebunan kelapa sawit kami, termasuk dua perkebunan terbesar dan tertua yang kami miliki. KORINDO hanya mengembangkan lahan-lahan yang sudah dikhususkan oleh pemerintah Indonesia untuk pengembangan. Selain itu, kami tidak mengembangkan lahan di daerah yang dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) atau Stok Karbon Tinggi (SKT), maupun area hutan hujan perawan (virgin rainforest).

Standar apa yang diikuti KORINDO untuk mengembangkan Minyak Kelapa Sawit, Kayu, dan Plywood di Indonesia?

Semua perusahaan KORINDO berkomitmen pada kegiatan operasional secara berkelanjutan, termasuk operasi pengelolaan minyak kelapa sawit, plywood, dan kayu. Perusahaan mematuhi semua undang-undang dan regulasi yang berlaku di Indonesia yang mengatur masalah pengembangan, tenaga kerja, dan hubungan masyarakat. Peraturan yang diikuti merupakan bagian dari persyaratan untuk memperoleh izin perencanaan untuk tujuan komersial. KORINDO juga mengikuti praktik-praktik terbaik di industri ini untuk masalah pengembangan berkelanjutan atau mengikuti prinsip-prinsip yang terdapat di dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) maupun Forest Stewardship Council yang diakui secara internasional. (https://us.fsc.org/en-us).

Praktik-praktik apa yang dilakukan KORINDO untuk mengembangkan lahan kelapa sawit?

KORINDO memiliki kebijakan nol-pembakaran (zero-burning) di dalam kegiatan pengelolaan kelapa sawit, plywood, dan kayu. Perusahaan tidak membuka lahan dengan menggunakan cara pembakaran. Kami memahami bahwa terdapat kegiatan ilegal dalam produksi minyak kelapa sawit yang sering dijumpai di Indonesia dan kami tetap teguh menentang kegiatan-kegiatan semacam itu. KORINDO telah mengambil langkah-langkah untuk memerangi masalah-masalah seperti pembakaran illegal, dan mendanai operasional pemadam kebakaran setempat. Namun, penting untuk mengenali gambar-gambar yang dapat disalahartikan seperti yang diperlihatkan pada peta panas (heat map). Seringkali kebakaran alami disalahtafsirkan sebagai kebakaran akibat pembakaran ilegal yang bertujuan untuk membuka hutan.

Bagaimana cara KORINDO bekerjasama dengan masyarakat lokal dalam hal perencanaan dan hak-hak pengembangan lahan?

KORINDO menghormati hak-hak masyarakat ulayat dan masyarakat lokal untuk menyerahkan atau menahan Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal dan Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atas penggunaan lahan di mana hak hukum, komunal, dan adatnya mereka miliki. Sebelum lahan dikembangkan dan sebelum adanya pendaftaran perkebunan kelapa sawit, KORINDO mengadakan musyawarah terbuka terlebih dahulu dengan masyarakat lokal, pemerintah desa, ataupun para pemangku kepentingan. Praktik ini bukan hanya praktik yang dilakukan oleh KORINDO, tetapi memang diharuskan oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia. Jika tidak diadakan diskusi, perusahaan tidak akan mendapatkan izin.

Bagaimana cara KORINDO mendukung masyarakat lokal?

KORINDO bekerja sama secara erat dengan masyarakat lokal. Kami melarang mempekerjakan tenaga kerja anak, atau tenaga kerja ilegal, ketenagakerjaan yang penuh kekerasan, ataupun penuh paksaan di dalam kegiatan operasi kami baik di perkebunan maupun di pabrik. Kami berkomitmen untuk menghormati hak asasi manusia pada semua pekerja kami, baik itu pegawai penuh waktu atau sementara. Hal ini termasuk mendorong kesetaraan hak, kebebasan untuk berserikat dan berunding.

Kami juga bekerja keras untuk memberi manfaat tambahan bagi masyarakat. KORINDO mempekerjakan lebih dari 10.000 tenaga kerja Indonesia, memberikan beasiswa kepada lebih dari 2.500 siswa dan mendukung pembangunan sekolah di daerah serta mempekerjakan guru. Kami memberikan layanan kesehatan medis dan perawatan kepada penduduk lokal di dekat daerah pengembangan kami dan bahkan telah mulai membangun rumah sakit di daerah.

Apa kebijakan KORINDO untuk pengembangan lahan gambut, wilayah-wilayah dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) atau Stok Karbon Tinggi (SKT)?

KORINDO belum pernah mendaftarkan ataupun mengembangkan perkebunan kelapa sawit atau kayu apapun di wilayah lahan gambut , NKT, ataupun SKT. Kami bekerja sama dengan badan-badan pemerintah Indonesia dan para ahli (pihak ketiga) untuk melaksanakan studi NKT dan HCS sebelum melakukan pengembangan apapun.